Tahukah Anda tanda-tanda stress pada anak dan remaja?

Stress meningkat pada anak-anak dan sangat penting bagi Anda untuk mengenali indikator stress unik setiap anak untuk membantu mereka menghadapi dunia baru yang penuh ketidakpastian.

KENYATAAN: Laporan mengatakan bahwa stress meningkat pada anak-anak dan Anda sebagai orang tua sering kali tidak menyadari betapa stressnya anak-anak Anda.

Setiap anak menangani dan menunjukkan stress secara berbeda. Kunci penting untuk membantu anak-anak adalah belajar mengenali tanda-tanda unik mereka, peristiwa atau masalah apa yang menyebabkan kecemasan, dan kemudian mengajarkan cara-cara yang sehat untuk mengelola stress.

Tanda-tanda stress pada anak-anak mungkin berbeda dengan indikator stress Anda, dan jujur saja: jarang ada anak yang berkata, “Hei, aku benar-benar merasa stress saat ini”. Itu sebabnya Anda harus menyimak dan mempelajari indikator stress anak Anda.

Stressnya berbeda-beda pada setiap anak, jadi sebaiknya catat kapan anak Anda mengalami stress dan apa yang memicunya. Semakin cepat Anda mengenali tanda-tanda stress tersebut, semakin cepat Anda dapat membantu.

Stress: Masalah Kesehatan Anak Teratas

Orang tua jangan meremehkan tingkat stress pada anak-anak.

Tanda bahaya besar yang perlu diingat oleh orang tua dan pendidik: Anak-anak Anda jauh lebih stress daripada yang Anda kira, terlebih lagi remaja usia pra-remaja (usia 13 hingga 17 tahun).

Penyebab anak begitu stress, diantaranya :

– prestasi sekolah yang baik adalah sumber stress

– khawatir keluarga mereka tidak mempunyai cukup uang untuk melanjutkan studi

– remaja mengatakan mereka khawatir untuk masuk perguruan tinggi yang bagus atau memutuskan apa yang harus dilakukan setelah sekolah menengah

– remaja khawatir tentang kebersamaan dengan teman

Psikolog juga mengatakan bahwa jika remaja tidak mempelajari cara-cara sehat untuk mengelola stress mereka sekarang, hal ini dapat menimbulkan implikasi kesehatan jangka panjang yang serius.

Stress yang tidak ditangani tidak hanya berdampak pada persahabatan anak-anak serta keberhasilan sekolah, namun juga kesejahteraan fisik dan emosional mereka. Gejala stress kronis menurunkan sistem kekebalan tubuh anak-anak serta meningkatkan kemungkinan mereka mengalami depresi.

Tanda Stress pada Anak dan Remaja

Respon setiap anak berbeda-beda. Kuncinya adalah mengidentifikasi tanda-tanda perilaku atau emosi fisik anak Anda sebelum ia mengalami kelebihan beban.

Petunjuknya adalah dengan mencari perilaku yang tidak “normal” pada anak Anda. Setiap anak mengalami hari yang buruk, tetapi apakah Anda melihat tanda-tandanya bertahan lama? Atau mereka meningkat? Atau hal itu meluas ke area lain dalam kehidupan anak Anda. Dan apakah stress dan kekhawatiran Anda sendiri meningkat pada anak Anda. Itu selalu merupakan saat yang tepat untuk mendapatkan bantuan.

Berikut adalah beberapa tanda stress yang paling umum. Apakah anak Anda menunjukkan gejala-gejala ini? Apa lagi? Mungkinkah itu terkait dengan stress?

Tanda stress fisik

  • Sakit kepala, sakit leher, dan sakit punggung
  • Mual, diare, sembelit, sakit perut, muntah
  • Tangan gemetar, telapak tangan berkeringat, badan terasa gemetar, kepala terasa ringan
  • Mengompol
  • Sulit tidur, mimpi buruk
  • Perubahan nafsu makan
  • Gagap
  • Sering masuk angin, kelelahan

Tanda Stress Emosional atau Perilaku

  • Ketakutan baru atau berulang; kecemasan dan kekhawatiran
  • Kesulitan berkonsentrasi; sering melamun
  • Gelisah atau mudah tersinggung
  • Penarikan diri dari pergaulan, tidak mau berpartisipasi dalam kegiatan sekolah atau keluarga
  • Kemurungan; merajuk; atau ketidakmampuan mengendalikan emosi
  • Menggigit kuku; memutar-mutar rambut; menghisap jempol; mengepalkan tangan; ketukan kaki
  • Bertingkah, marah, perilaku agresif seperti tantrum, perilaku tidak tertib
  • Regresi atau perilaku seperti bayi
  • Merengek atau menangis berlebihan
  • Kemelekatan, lebih bergantung, tidak akan membiarkan Anda lepas dari pandangannya

Apa yang Diharapkan Berdasarkan Tahapan dan Usia

Prasekolah

Anak-anak berusia tiga tahun mengalami stress tetapi hal ini tidak disadari karena anak-anak prasekolah tidak dapat mengungkapkan perasaan mereka dengan kata-kata. Perhatikan lebih dekat gejala stress anak Anda.

Faktor stress meliputi:
hal-hal baru; anjing, monster, laba-laba, tersedot ke saluran pembuangan; pengabaian dalam bentuk apa pun: jauh dari rumah, berpisah dari orang tua atau orang yang dicintai, diculik.

Usia Sekolah

Faktor pemicu stress antara lain:
Tampil di depan orang lain (seperti pidato, resital, atau acara olahraga); tes, nilai dan sekolah; mengompol; dipilih terakhir di tim mana pun, bergaul dengan teman sebaya; bahaya dunia nyata: kebakaran, pencuri, penyakit, badai; mengecewakan orang tuanya.

Anak-anak di bawah sepuluh tahun sangat rentan terhadap stress berulang.

Pra remaja dan Remaja

Faktor pemicu stress meliputi:
Nilai, sekolah, dan pekerjaan rumah; melakukan terlalu banyak aktivitas; pikiran dan perasaan negatif tentang diri mereka sendiri; pindah atau pindah sekolah; tekanan keluarga, pertengkaran, masalah keuangan, dan ketegangan; penerimaan teman dan teman sebaya; penghinaan dan tekanan dari teman sebaya; gosip dan ejekan; khawatir tentang perubahan tubuh, menjadi berbeda dari orang lain; mengecewakan orang tuanya.

Jika Anda menduga stress bisa menjadi penyebab gejala-gejala ini, carilah pemicu yang bisa Anda kurangi. Misalnya:
– Jika Anda mencurigai berita malam yang menakutkan bisa menjadi pemicunya, maka solusi sederhananya adalah mematikannya!
– Jika anak Anda tidak punya waktu untuk bersantai, hentikan salah satu aktivitas tersebut.
– Jika rasa takut gagal dalam kelas matematika menyebabkan terlalu banyak stress, pertimbangkan untuk mencari tutor dan mengadakan konferensi guru untuk memberikan solusinya.

Beri bantuan lebih lanjut jika membutuhkan. Penting bagi anak-anak Anda belajar cara-cara sehat untuk menggantikan stress tersebut.