Sikap terbuka di dalam keluarga adalah hal positif dan penting diterapkan sejak usia dini agar setiap anggota keluarga dapat saling mendukung dan membantu.

Sebagai orang tua kita tentu berharap anak dapat menceritakan semua yang ia alami dan rasakan. Kadang banyak orang tua yang mencemaskan anak-anaknya apakah mereka benar-benar baik adanya.

Anak yang sudah remaja, kadang sulit untuk terbuka kepada orang tua. Untuk membantu anak bersikap terbuka kepada orang tua, berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

  • Jaga komunikasi terbuka sejak dini
    Mulailah membangun kebiasaan komunikasi terbuka sejak anak masih kecil. Ajak mereka berbicara tentang hari mereka, apa yang mereka rasakan, dan apa yang mereka alami. Luangkan waktu untuk mengobrol dan berinteraksi dengan mereka secara teratur. Dengan terjalinnya komunikasi terbuka sejak dini, anak akan lebih cenderung melanjutkan kebiasaan tersebut ketika mereka tumbuh dewasa.
     
  • Fokus pada waktu berkualitas bersama anak (Quality Time)
    Sesibuk apapun Anda, jangan lupa meluangkan waktu bersama anak. Menghabiskan waktu bersama tanpa membicarakan hal yang serius dapat meningkatkan hubungan emosional Anda. Semakin Anda fokus pada ikatan Anda dengan anak Anda, maka semakin besar kemungkinan mereka mau berbagi apapun dengan Anda.
     
  • Dengarkan dengan penuh perhatian
    Berikan perhatian penuh saat anak berbicara. Matikan gangguan seperti ponsel atau televisi, dan luangkan waktu untuk mendengarkan mereka dengan sepenuh hati. Tunjukkan minat dan empati terhadap apa yang mereka sampaikan, dan jangan interupsi atau mengkritik secara langsung. Biarkan mereka merasa didengar dan dihargai.
     
  • Berikan contoh yang baik
    Jadilah contoh yang baik dalam berkomunikasi terbuka dan jujur. Bicaralah dengan anak dengan penuh keterbukaan dan jujur tentang perasaan, pemikiran, dan pengalaman Anda sendiri. Ini akan menginspirasi anak untuk mengikuti jejak Anda dalam bersikap terbuka.
     
  • Ciptakan lingkungan yang aman dan mendukung
    Pastikan anak merasa aman dan nyaman untuk berbicara dan berbagi perasaan serta pikirannya dengan Anda. Buatlah suasana yang terbuka, penuh pengertian, dan tidak menghakimi. Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung, anak akan merasa lebih percaya diri untuk berkomunikasi dengan Anda.
     
  • Hormati pendapat dan perasaan mereka
    Penting untuk menghormati pendapat dan perasaan anak, bahkan jika Anda tidak setuju. Dengan menghormati dan memvalidasi pengalaman mereka, anak akan merasa lebih nyaman untuk berbagi pemikiran mereka tanpa takut dihakimi atau diabaikan.
     
  • Bersedia mendengarkan kapan saja
    Tunjukkan ketersediaan Anda untuk mendengarkan anak kapan pun mereka membutuhkannya. Jika anak tiba-tiba ingin berbicara atau berbagi sesuatu, luangkan waktu untuk mendengarkan mereka tanpa menunda-nunda atau mengabaikan permintaan mereka. Hal ini akan memberikan mereka kepercayaan diri bahwa Anda selalu ada untuk mendengarkan dan mendukung mereka.
     
  • Ajukan pertanyaan yang terbuka dan mendalam
    Ajukan pertanyaan yang mendalam dan mendorong refleksi kepada anak. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Apa yang membuatmu bahagia?” atau “Apa yang sedang membuatmu khawatir?” dapat membuka ruang untuk anak berbicara lebih dalam tentang perasaan dan pikiran mereka. Hindari pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak.
     
  • Jaga kepercayaan dan kerahasiaan
    Jaga kepercayaan dan kerahasiaan anak dengan baik. Anak akan merasa lebih terbuka jika mereka tahu bahwa apa yang mereka bagikan tidak akan disebarluaskan tanpa izin mereka. Berikan mereka kepastian bahwa Anda dapat dipercaya dan menjaga privasi mereka.
     
  • Sapalah anak Anda dengan penuh kasih.
    Meski niatnya baik, pertanyaan dan interogasi tidak selalu menjadi cara terbaik memulai pembicaraan. Menciptakan suasana lebih cair yang mungkin malah menjadikan anak memulai pembicaraan dengan Anda.
     
  • Jangan memaksa anak Anda untuk bercerita
    Jika anak belum bersedia untuk bercerita jangan dipaksa, agar anak nyaman dan tidak tertekan.